Catatan Pribadi

Kolaborasi Program KPM dan Community Development

Sebuah Tawaran dan Pemikiran

Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat atau kuliah praktek lapangan merupakan salah satu kegiatan akademik dari sebuah perguruan tinggi, dengan alasan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Biasanya pihak perguruan tinggi mengirimkan mahasiswanya  secara berkelompok ke daerah – daerah tertentu dengan misi – misi tertentu sesuai dengan bidang keilmuan yang di miliki oleh para mahasiswa. Secara garis besar adapun tujuan kuliah pengabdian masyarakat/kuliah praktek lapangan adalah :

1.  Salah satu upaya peningkatan kualitas lulusan dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuanya di tengah – tengah masyarakat sesuai dengan spesifikasinya masing – masing.

2. Mempersiapkan calon sarjana yang dapat menghayati dan memahami kompleksitas permasalahan di tengah – tengah masyarakat, dan memperluas cakrawala berpikir serta belajar menyelesaikan masalah sosial secara sistematis, objektif dan terpadu.

3. Belajar secara langsung tentang dinamika sosial kemasyarakatan yang berkembang di tengah – tengah masyarakat.

4. Membantu program pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan masyarakat di berbagai bidang serta berbagai tujuan lainya yang memiliki dampak positive bagi masyarakat.

Secara general tujuan kuliah pengabdian masyarakat ini sangat positive sehingga kelak para alumni sebuah perguruan tinggi bisa memahami kondisi masyarakat sesungguhnya apalagi misalnya ketika para sarjana tersebut kelak menjadi pejabat publik dimana hal ini sangat penting dalam mempengaruhi kebijakan publik untuk kepentingan masyarakat. Namu demikian kegiatan akademik ini sering terjadi tidak sesuai dengan harapan dan tujuan sebagaimana yang tertulis dalam kertas. Kegagalan ini di sebabkan oleh beberapa faktor misalnya mentalitas yang tidak siap, lemahnya motivasi, kekurangan pengetahuan umum dan lain – lain. Belum lagi masalah ketidaksesuaian disiplin ilmu yang di miliki dengan kenyataan yang di hadapi di lapangan. Contoh misalnya ada mahasiswa mengambil fokus pada teknik mesin namun ketika melakukan kuliah pengabdian masyarakat di hadapkan pada persoalan pertanian, lingkungan dan lain – lain yang harus dibantu, sementara disisi lain masyarakat tidak mau tau apa disiplin ilmu yang di miliki oleh seorang mahasiswa apalagi pada daerah – daerah atau kawasan desa – desa tertinggal. Ketika kondisi ini terjadi maka di sinilah seorang mahasiswa harus mampu melakukan improvisasi diri guna memenuhi keinginan masyarakat atau tuntutan kondisi di lapangan. Untuk melakukan improvisasi maka ada langkah atau syarat yang harus di miliki seorang mahasiswa sebelum melakukan kuliah pengabdian masyarakat atau kuliah praktek lapangan misalnya :


a.  Mentalitas. Mentalitas di sini tidak hanya berbicara soal keberanian, tetapi dalam arti yang seluas – luasnya seperti sikap, etika, cara pikir dan lain – lain.

b.    Motivasi dan totalitas. Bagaimana mungkin seseorang akan sukses menjalankan yang namanya kuliah pengabdian masyarakat atau kuliah praktek lapangan bila memiliki motivasi yang rendah atau tidak jelas serta tidak memiliki totalitas dalam melakukanya. Maka hasil akhirnya tidak lebih sekedar memenuhi tuntutan kampus belaka tanpa makna apapun.

c.     Pengetahuan. Seseorang dengan pengetahuan akademis yang baik belum tentu mampu atau sukses dalam menjalankan pengabdian di tengah – tengah masyarakat sehingga di butuhkan pengetahuan umum di luar disiplin keilmuan yang di milikinya misalnya pengetahuan tentang sosial kemasyarakatan yang harus di cari sendiri karena tidak akan pernah di pelajari di perguruan tinggi.

d. kebiasaan bergaul. Faktor ini juga menjadi salah satu penentu, seorang mahasiswa tidak akan sukses menjalankan misi di tengah masyarakat yang memiliki kompleksitas yang sosial yang tinggi jika sebelumya membatasi  diri untuk bergaul terutama ketika sedang aktif mengikuti perkuliahan. Kesalahan bergaul dengan komunitas tertentu yang memberi nilai negative dalam membangun mental juga akan menjadi masalah ketika berhadapan dengan komunitas masyarakat kecuali seseorang dengan tingkat filter berpikir yang tinggi dan kemampuan yang beradapatasi yang tinggi maka ini akan menjadi nilai tambah.

Ketika syarat – syarat di atas sudah di miliki oleh seorang mahasiswa maka hal ini akan menjadi modal utama dalam melakukan kegiatan kuliah pengabdian masyarakat. Namun perlu di ingat bahwa teory sering tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu bagaimana menginiasi agar kuliah pengabdian masyarakat atau kuliah praktek lapangan benar – benar sebagai sebuah proses pembelajaran bagi seorang mahasiswa dan bermanfaat bagi masyarakat maka seorang mahasiswa hendaknya memiliki pengetahuan dasar tentang community development sebagai sebuah trend pembangunan era kekinian guna mendapatkan inisiatif – inisiatif terutama untuk mahasiswa yang benar – benar ingin terjun ke dunia sosial kemasyarakatan terutama dalam pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.


Sebagai ingatan bersama bahwa community development ini sangat penting untuk dipelajari bagi para mahasiswa yang ingin melakukan praktek kuliah pengabdian masyarakat atau praktek kuliah lapangan sehingga tujuan tri darma perguruan tinggi dapat tercapai sesuai harapan masing – masing.  Apa yang di maksud dengan community development dan bagaimana melakukanya serta bagaimana mengkolaborasikanya dengan kegiatan kuliah pengbadian masyarakat akan kita bahas secara ringkas satu per satu dan di harapkan tetap mencari tambahan referensi lain guna mendapatkan pemahaman yang lebih baik yang berdampak pada hasil dan pengetahuan yang lebih baik. Silakan klik link artikel dan video berikut satu persatu. 






Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Populer