Catatan Pribadi

Tanpa Mereka Ini Kita Akan Jadi Sampah Semuanya.

Kita semua akan jadi sampah dan tak mengenal budaya teknologi tanpa peran ketiga mereka ini, Mereka adalah para guru, para peneliti, dan para petani. Sehebat apapun kita di muka bumi ini dan sebanyak apapun harta yang kita miliki tidak akan pernah berarti jika mereka tidak ada. Hormatilah mereka, sayangi mereka dan doakanlah mereka meskipun mereka tidak pernah meminta untuk di doakan.

GURU, mereka adalah orang kedua yang paling banyak berjasa setelah orang tua kita, tak ada yang bisa kita lakukan hari ini, dan tak ada prestasi apapun bisa kita ukir hari ini jika mereka tidak ada. Terlepas dari apakah mereka pernah marah atau tidak karena atas kenakalan yang pernah kita lakukan. Seorang presiden sekalipun tidak akan pernah menjadi seorang presiden jika tidak melewati belaian dan kasih seorang guru serta didikanya. Dari mereka lah kita belajar, mengenal banyak hal, menjadi sukses, bisa berdiri dan berbicara di depan umum, menjadi pembisnis, ilmuan dan lain lain. Namun terkadang tak jarang di antara kita melupakanya begitu saja bahkan untuk berdoa padanya pun kita pelit. Jika anda orang hebat dan sering berbicara di depan podium di hadapan ribuan orang serta menjadi public figure itu tidak akan pernah terjadi tanpa guru. Lebih dari setengah abad negeri ini telah merdeka tapi sampai hari ini masih ada guru yang hidup di bawah garis kemiskinan, apalagi guru yang tinggal di daerah pedalaman berstatus sebagai guru honor, mengajar dengan jarak tempuh yang tidak tanggung tapi mereka tak pernah memasalahkan, keikhlasanya luar biasa, kebanggaanya tak terkata bila melihat muridnya sukses meski si murid tak pernah kembali menolehnya.

Fenomena kekinian telah banyak berubah dimana sebagian orang hari ini sudah tidak lagi mampu menghormati guru sebagai guru, memukul guru, menghina guru, tidak menghargai dan prilaku yang tidak bermoral lainya terhadap seorang guru. Betapa budaya telah bergeser di makan oleh waktu, perubahan zaman serta arus modernisasi yang tak terkendali. Tapi seorang  Guru seolah – olah tidak peduli terhadap masalah ini.  Setiap hari mereka melangkahkan kaki pergi menemui murid – muridnya dan mendambakan setiap muridnya untuk sukses. Tak jarang air mata guru menetes di pipinya karena rasa haru dan bangga ketika melihat anak didiknya sukses walau hanya melihatnya dari kejauhan. Apakah kita harus melupakanya? Semua berpulang ke pribadi masing – masing. Hal lain yang menyedihkan dari guru dan pendidikan hari inilah adanya keinginan segelintir para penguasa di berbagai daerah menggiring para guru ke dalam dunia politik kekuasaan, mereka di giring ke dalam system yang tidak baik untuk kepentingan kekuasaan padahal mereka yang berkuasa berasal dari didikan seorang guru tapi kenapa muridnya begitu tega terhadap gurunya dan begitukah balasan dan rasa terimakasih yang baik terhadap seorang guru dari muridnya. Kondisi yang terakhir ini memang tidak terjadi di seluruh daerah dan tidak bisa di buktikan secara hukum karena sifatnya politis.

Orang selanjutnya yang harus kita hormati dan hargai adalah petani. TIDAK ADA PETANI TIDAK ADA MAKANAN DAN PAKAIAN. Petani adalah orang yang sepantasnya yang harus kita hargai dan hormati dengan baik selain guru, negeri ini terkenal dengan negeri agragris namun menjadi petani seoalah – olah adalah pekerjaan terakhir, pekerjaan yang tidak mendapat apresiasi dan di pandang sebelah mata bahkan produk  - produk yang mereka hasilkan pun terkadang negara ini belum mampu mengharagai akibat kebijakan impor produk. Belum lagi kebijakan – kebijakan yang tak berpihak kepada para petani. Anda boleh merasa bangga, merasa hebat, akibat prestasi yang anda dapatkan tapi harus di ingat anda tidak akan pernah hebat, tidak akan pernah merasa bangga bahkan akan menjadi sampah dan tengkorak hidup jika petani tidak ada. Makanan yang anda beli hari ini yang begitu lezat tersaji dengan baik di meja anda dan menikamatinya bersama orang – orang yang anda cintai tidak akan pernah ada jika petani tidak ada, karena merekalah yang menanamnya, merawatnya hingga sampai ke tangan anda meski tidak jarang mereka menerima pembayaran yang tidak sepantasnya. Ribuan petani di negeri ini masih jauh dari kata sejahtera, mereka tetap sabar dan tidak pernah protes, hidup apa adanya bahkan lahan yang mereka garap pun terkadang di rampas oleh kelompok – kelompok tertentu di negeri ini dengan berbagai alasan.         
Siapa saja boleh berbangga hati memakai pakaian yang high class tapi pernahkah mereka sadari tanpa ada petani yang menanam bahan bakunya maka pakaian itu tidak akan pernah ada di pasaran. Lezatnya daging dan ikan di restoran mewah juga tidak akan pernah ada jika petani atau peternak yang memeliharanya. Nikmatnya segelas kopi di cafe – cafe dan hotel berbintang juga tidak akan pernah ada jika tidak di tanam oleh petani.  Lagi – lagi sudah lebih setengah abad negeri ini merdeka namun ribuan petani masih tak merasakan secara hakiki arti merdeka itu sendiri. Mengutip pepatah sudah jatuh ketimpa tangga tak jarang mereka alami, produk yang mereka tanam dengan susah payah ada saja orang yang tega memalsukan produknya seperti kasus beras palsu, telor palsu, daging palsu belum lagi kasus – kasus lain yang merugikan mereka.

PARA PENELITI/ILMUAN. Orang yang selanjutnya yang berjasa terhadap kita adalah para peneliti dan para ilmuan meskipun pekerjaan mereka di negeri ini belum begitu familiar di mata masyarakat. Siapa saja akan bangga jika memiliki emas sekarung, uang berkoper – koper karena dengan itu apa saja bisa di beli. Tapi pernah kah kita sadari bahwa apa yang kita beli di usahakan dengan susah payah dan bertahun – tahun oleh seseorang yaitu mereka yang menjadi peneliti dan para ilmuan. Anda boleh bangga memakai smartphone mewah, mobil mewah, punya rumah mewah, punya gedung mewah tapi apa yang anda beli merupakan hasil jerih payah para peneliti dan ilmuan bahkan tidak jarang para ilmuan itu tidak sempat menikmati apa yang di ciptakanya karena faktor usia. Adakah di antara kita hari ini memakai jantung cangkok, taukah kita siapa yang mengawali berapa tahun dia melakukan penelitian untuk itu, jangankan nasibnya, orang saja kita tidak pernah tau. Apakah anda pernah sakit kepala dan memakan obat sakit kepala tentu pernah, tapi kita tidak pernah tau siapa yang membuat obat itu dan berapa lama waktu yang ia dedikasikan untuk membantu kita meskipun dia mendapat bayaran. Ini merupakan salah satu contoh kecil atas dedikasi para peneliti dan ilmuan di muka bumi ini. Masih banyak contoh – contoh lain yang bisa di temukan bila para pembaca berminat untuk mengenalnya meski sebagian diantara mereka telah tiada.






Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Populer