Catatan Pribadi

Community Development

Pengertian
Merujuk pada  berbagai jurnal ilmiah dan artikel – artikel yang di tulis oleh para ahli atau akademisi dari berbagai lembaga pendidikan tinggi. Community Delepment atau Pengembangan masyarakat merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada umumnya. Sedangkan Masyarakat adalah sebagai sebuah ‘tempat bersama’, yakni sebuah wilayah geografis yang sama yang memiliki kesamaan kepentingan berdasarkan kebudayaan dan indentitas.

Communtiy development sudah menjadi issue global yang lahir dari akibat gagalnya negara –negara dalam mensejahterakan rakyatnya. Dimana proses pembangunan sebelumya lebih banyak di rencanakan dari atas (Top Down)  yang tidak menghargai aspirasi dan potensi masyarakat paling bawah dalam melakukan kegiatan swadaya sesuai kebutuhan sebuah kelompok masyarakat dengan kata lain masyarakat tidak memiliki hak dalam merencanakan pembangunan di wilayahnya sendiri terlepas apakah pembangunan yang di lakukan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat atau tidak. Dengan berkembangnya gagasan – gagasan dalam pembangunan dan peningkatakan kesejateraan masyarakat maka trend pembangunan top down telah berubah menjadi bottom up walaupun tidak semua rencana pengembangan/pembangunan.

Model pengembangan masyarakat bottom up  menuntut dan mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutuskan kebutuhan akan pembangunan di wilayahnya di mana masyarakat tersebut berada. Namun pemahaman akan partisipasi ini belum seluruh masyarakat memahaminya sehigga di butuhkan aktor dari luar terutama para pemikir muda guna mendorong masyarakat untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam memberi keputusan pembangunan bersama dalam berbagai aspek pembangunan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Disinilah kolaborasi kegiatan kuliah pengabdian masyarakat dan penguatan community development sebagai bagian dari program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dapat di padukan tanpa harus membawa program baru dari lembaga pendidikan tinggi masing – masing.

Beberapa hal yang sering di dorong oleh berbagai pihak serta menjadi bagian dari motivasi sebuah pengembangan dan penguatan masyarakat di laksanakan adalah:
1.         Kemiskinan. Salah satu cara mengatasi masalah kemiskinan adalah dengan mendorong sebuah kelompok masyarakat untuk mengembangkan sektor – sektor produktive yang mereka miliki. Apa saja potensi produktive yang mereka miliki tentu harus di kaji secara lebih detil menurut daerah dan potensi masing – masing. Ada banyak potensi di berbagai kelompok masyarakat di suatu daerah terkadang selama ini tidak tergali dengan baik meskipun memiliki nilai ekonomi, namun karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan sehingga potensi yang mereka miliki tidak tergali dan termanfaatkan dengan baik. Di sinilah di perlukan aktor dari luar untuk mendorongnya dengan catatan masyarakat setempat tetap sebagai pelaku utamanya bukan sebaliknya. Alangkah bagusnya ketika hal ini menjadi bagian dari agenda kuliah pengabdian masyarakat dengan aktor – aktor muda sebagai pendorong masyarakat suatu daerah untuk lebih mandiri.
2.         Selain sektor produktive dukungan terhadap sektor sosial juga menjadi bagian penting dalam pengembangan masyarakat, misalnya pendidikan, budaya dan lainya sehingga tatanan sosial kemasyarakatan tetap terjaga dan dapat berkembang dengan baik
3.         Pengembangan masyarakat ini harus di lakukan secara intergral dengan masyarakat sebagai pelaku utamanya, sedangkan peran aktor dari luar hanya sebagai pendorong serta tidak menciptakan ketergantungan kepada aktor, agar di kemudian hari tanpa aktor eksternal pun masyarakat di harapkan tetap dapat mandiri dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan.

Berikut ini adalah model – model pengembanga masyarakat yang banyak di lakukan oleh berbagai pihak baik lembaga swasta non pemerintah maupun lembaga pemerintahan sendiri.
  1. Pengembangan masyarakat dengan aktor dari luar.
Pengembangan masyarakat dengan aktor dari luar ini merupakan model program yang telah di rencanakan oleh lembaga tertentu baik itu swasta maupun pemerintah. Di mana lembaga tersebut mengirimkan seorang petugas fasilitator dari luar masyarakat untuk melaksanakan program di tengah masyarakat dengan melibatkan masyarakat setempat. Biasanya program seperti ini di awali dari proses sosialiasi di tengah – tengah masyarakat tentang sebuah program yang akan di laksanakan di wilayah mereka. Tujuanya adalah agar masyarakat setempat mengetahui bahwa ada sebuah program yang akan di laksanakan di wilayah mereka. Tahap selanjutnya adalah konsultasi dengan berbagai pihak yang terkait di mulai dari lapisan masyarakat itu sendiri. Yang terakhir adalah pelaksanaan sebuah program. Model pengembangan seperti ini disebut dengan pengembangan system top down meskipun melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan programnya.

  1. Pengembangan bersama masyarakat.
Pengembangan bersama  masyarakat dengan aktor dari luar sebagai pendorong sebuah kelompok masyarakat atau di kenal dengan istilah pengembangan masyarakat berbasis partisipative dengan model bottom up ini dimana seorang fasilitator diberi tugas dan tanggungjawab untuk memfasilitasi proses pengembangan yang akan di lakukan. Fasilitator dan masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan program/project yang akan dilakukan bersama, dalam hal ini seorang fasilitator juga harus mendorong sebuah kelompok masyarakat untuk lebih di utamakan tingkat keaktifanya sedangkan peran fasilitator semakin hari semakin dikurangi guna menghindari ketergantungan masyarakat di kemudian hari terhadap seorang fasilitator. Tujuanya adalah agar kemandirian masyarakat setempat dapat terwujud serta mampu menangani setiap permasalahan yang di hadapinya. Model pengembangan masyarakat seperti ini dapat di adopsi kedalam program kegiatan kuliah pengabdian masyarakat apalagi para aktornya adalah para pemikir muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

  1. Pengembangan Masyarakat Lokal
Pengembangan masyarakat lokal secara mandiri adalah model pengembangan masyarakat dimana masyarakat setempat sebagai pelaku utamanya, model ini peran seorang fasilitator hampir tidak ada, meskipun ada orang yang menjadi fasilitator sifatnya hanya untuk konsultasi dan hal – hal teknis sedangkan untuk perencanaan dan pelaksanaan pengembangan dan pembangunan sepenuhnya di rancang dan dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Masyarakat type ini tentu sudah memiki kualitas sumber daya dan pemahaman yang lebih baik serta lebih mandiri


Dalam proses pelaksanaan pengembangann masayrakat atau community development memilki karakterisitik yang perlu di pahami, secara general karakteristiknya adalah :
1.  Proses akar rumput. Kenapa di sebut dengan proses akar rumput karena memang prosesnya melibatkan masyarakat kalangan paling bawah yang selama ini kurang di maksimalkan peranananya dalam proses perencanaan pembangunan. Istilah akar rumput sendiri sering di maknai sebagai gerakan politik masyarakat kalangan paling bawah dalam membangun kekuatan guna mempengaruhi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginanya.

2.  Pengembangan keswadayaan menjadi ciri khas dari proses pegembangan yang di lakukan masyarakat tersebut


3.   Adanya komunitas pembelajar yaitu proses dimana masyarakat belajar untuk lebih mandiri dalam menentukan perencanaan pengembangan yang mereka butuhkan dengan bantuan aktor dari luar. Aktor ekternal atau yang lebih di kenal dengan sebuatan fasilitator terus berupaya mendorong masyarakat setempat untuk lebih mandiri seperti penguatan modal yang mereka miliki, pengertian modal disini adalah modal dalam makna yang seluasnya – luasnya, pengembangan keswadayaan dimana kesemuanya bertujuan untuk keseimbangan ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya serta kemandirian masyarakat setempat. 
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Populer