Catatan Pribadi

Bertani Secara Organik

Apa itu pertanian organik. Pertanian organik adalah pertanian cara nenek moyang kita bertani, bertani dengan cara terdahulu, bertani cara endatu. Bertani tanpa aplikasi atau penggunaan bahan kimia dalam bertani itulah pengertian singkat pertanian organik. Pertanian organik adalah system budidaya pertanian tanpa menggunakan bahan – bahan sintetis dalam bertani tapi hanya menggunakan bahan – bahan alami. Prinsip dasarnya adalah pertanian yang memperhatikan kesehatan, ekologi, dan perlindungan.

Prinsip kesehatan yaitu prinsip dimana budidaya di lakukan harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesehatan tanah, tanaman, hewan dan manusia itu sendiri sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan dari seluruh komponen. Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antar manusia maupun dengan makhluk hidup lainya. Sehingga setiap petani yang melakukan budidaya secara organik sangat berhati – hati dalam melakukan budidaya misalnya tetap menjaga sumber mata air dari pencemaran dan erosi, karena ketika ini terjadi keseluruhan system akan terganggu. Menjaga dan melestarikan hewan – hewan liar seperti burung liar dan lain – lain merupakan bagian dari ciri khas pertanian organik karena kesemua ini saling ketergantungan satu sama lain jika ada satu system rusak atau terputus dalam siklusnya maka yang lain ikut rusak. Contohnya penggunaan bahan kimia yang dapat membunuh kupu – kupu dan kumbang – kumbang maka proses penyerbukan untuk tanaman akan terganggu dan kesehatan tanaman pun akan terganggu, berkurangnya jenis burung maka hama tanaman akan makin bertambah karena burung – burung berfungsi pemakan hama – hama pada tanaman dan seterusnya.

Di negara – negara eropa pertanian organik atau sustainbale organic farming telah menjadi satu trend kekinian dimana para petani sudah banyak menerapkan pertanian organik, para konsumen juga lebih banyak berburu produk organik karena aman dan bebas dari bahan kimia. Bahkan pasar – pasar untuk produk organik mereka pisahkan dengan pasar konvensional sehingga pembeli dengan mudah membedakan selain pemberian kode – kode pada produknya oleh badan sertifikasi yang di akui oleh uni eropa. Adapun aturan dan segala seuatunya tentang pertanian organik di uni eropa dapat di lihat di situs http://ec.europa.eu/agriculture/organic/

Apa saja dan bagaimana sebetulnya aturan atau mekanisme yang harus di ikuti dalam melakukan budidaya secara organic. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu perhatikan dalam budidaya pertanian organik: 
1.   Keanekaragaman hayati
Menjaga keanekaragaman hayati adalah salah satu ciri khas pertanian organik tidak seperti pertanian konventional yang lebih fokus pada produksi massal tanpa mempertimbangan keanekaragaman hayati. Menaman berbagai jenis tanaman pada satu lahan adalah bagian dari system bertani organik dimana hal ini berfungsi untuk mengundang berbagai jenis serangga yang bermanfaat bagi tanaman dan pemakan hama tanaman, daun daun yang telah membusuk dari berbagai tanaman akan menjadi pupuk dengan sendirinya tanpa harus di olah sehingga lingkungan tetap terjaga dengan baik dalam waktu yang lama

2.   System pengolahan tanah
Pengolahan tanah di lakukan secara manual misalnya dengan cangkol, parang atau mesin dan tanpa aplikasi bahan kimia karena penggunaan bahan kimia tidak hanya merusak lahan pertanian dimana tanaman itu di tanam melainkan bisa merusak system lain misalnya sungai karena air yang mengalir dari lahan pertanian yang mengaplikasikan bahan kimia menyebabkan ikan – ikan mati, sungai tercemar dan berbahaya bagi manusia dan tanaman itu sendiri.

3.   System penanganan gulma

Pengelolaan gulma secara organik bersifat menekan, bukan memberantas gulma, dengan meningkatkan kompetisi dan mendayagunakan sifat fitotoksik tanaman. Pertanian organik mengintegrasikan strategi budaya, biologi, mekanis, fisik, dan
kimiawi untuk mengelola gulma tanpa menggunakan herbisida
sintetik. Rotasi tanaman secara organik mencakup tanaman penutup yang menekan pertumbuhan gulma dan tanaman dengan siklus hidup yang tidak sama untuk menekan pertumbuhan gulma yang hanya menyerang jenis tanaman tertentu. Metode lainya adalah meningkatkan jumlah jenis tanaman tertentu untuk menekan gulma seperti mengatur kepadatan tanaman, mengatur jumlah varietas dan periode tanaman.

4.   Pemeliharaan hewan ternak
Hewan ternak  seperti kerbau, kambing, lembu dan lainya sangat bermanfaat untuk pertanian organik karena kotoran hewan ini dapat di manfaat untuk pupuk tanaman tapi harus di pastikan pula ternak yang di pelihara bukan ternak hasil rekayasa genetik dan pakan yang di berikan juga harus pakan alami bukan pakan buatan seperti pakan ternak perusahaan. Sementera ternak – ternak ini juga bisa di jual secara langsung maupun untuk produksi susu yang memiliki nilai ekonomis untuk petani. Bahkan bisa di manfaatkan untuk biogas.

5.   Keuntungan
Di negara – negara eropa petani organik memiliki keuntungan lebih dari pada petani konventional karena petani mendapatkan premium dari pembeli dalam berbagai bentuk misalnya dalam bentuk uang, pelatihan dan bantuan peralatan – peralatan. Sementara di Indonesia sendiri baru terjadi di beberapa daerah yang memiliki comodity tanaman organik serta di sertifikasi oleh badan sertifikasi International.

6.   Kualitas dan keamanan pangan  

Manfaat lain dari budidaya organik adalah soal kualitas dan keamanan pangan, dimana produk – produk organik sangat aman bagi manusia untuk di konsumsi tidak seperti makanan non organik yang menggunakan bahan kimia dalam proses budidayanya sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia meskipun dampak dan prosesnya dalam jangka panjang.


Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Populer